Bersyukur itu penting dalam kehidupan. Apabila tidak, merasa selalu kekurangan akan merajai jiwa.
Saya sempat tidak terima dengan pertambahan usia hingga angka 20 ini. Saya merasa tua sekali.
Tapi sekarang saya bersyukur, pertambahan usia membuat saya mengerti sesuatu yang selalu saya pertanyakan. Yaitu, gengsi perempuan.
Saya paham mengapa banyak perempuan memilih melangkah ke jalan yang salah demi uang banyak. Kehidupan yang semakin susah, kebutuhan yang semakin meningkat, keinginan yang semakin banyak, pernak-pernik perempuan yang semakin beragam dan melangit harganya, tidak bisa mengimbangi diri ketika berada dalam suatu lingkungan yang kuat akan kehidupan menyilaukan.
Perempuan mana yang tidak senang belanja, yang tidak senang punya banyak baju, sepatu, tas, perhiasan, dengan merk ternama dan berkualitas yang sudah pasti harganya tidak main-main.
Sedikit saja rasa tidak bersyukur, membuat kita perempuan memilih jalan khilaf demi membeli barang-barang mewah itu. Gengsi katanya, apalagi kalau melihat orang lain memakainya. Iri, cemburu, ingin punya juga. Saya pun begitu, jujur saja. Namun, saya selalu bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang, saya selalu berusaha menyadari bahwa uang yang ada bukan hanya untuk hal-hal seperti itu, bahwa kebahagiaan tidak hanya dengan punya barang mahal.
Sebisa mungkin saya akan berusaha untuk jangan sampai terjerumus ke jalan khilaf hanya demi barang mewah. Saya tidak ingin menjual harga diri saya hanya untuk materi. Tapi mengapa masih banyak perempuan yang mau melakukannya? Apakah sebegitu malunya tidak punya barang mewah yang bisa dipamerkan? Apakan begitu terhina tidak memilikinya? Apakah begitu terpojok kehidupannya saat hanya bisa melihat orang lain memilikinya? Apakah menjadi beban berat? Apakah, apakah, apakah...???
Eka Wiji Astuti (wiwid)
Senin, 17 Agustus 2015
Senin, 27 Juli 2015
Laki-laki dari Smaboy
Boleh saya bercerita..??
Oke, mari simak cerita saya ini :)
Tapi sebelum saya memulai cerita saya, izinkan saya bertanya beberapa pertanyaan lagi.
Anda aktif di berapa banyak jejaring sosial? Facebook, Twitter, Instagram, dll? Berapa banyak teman yang Anda punya di tiap-tiap jejaring sosial? Berapa banyak orang yang anda kenal dan yang baru AKAN Anda kenal? Ini cerita saya tentang seorang teman yang saya temukan, dapatkan, dari jejaring sosial, sebut saja Smaboy. Anda tidak tahu Smaboy? Silahkan browsing sendiri!
Boleh gak yaa saya sebutkan namanya disini? Semoga dia tidak membacanya, Amiiiinnn!
Nama lengkapnya Ahmad Kholid Mafrur. Nama lengkap nya ini juga baru saya ketahui beberapa bulan ini,, setelah selama 4 Tahun saya berteman dengannya dan cukup merengek-rengek minta diberitahu nama lengkap nya itu, lalu akhirnya saya ketahui nama lengkapnya dari Facebook-nya dan juga saudara-saudara, kami belum pernah kopi darat alias ketemu bertatap mata! Miris? Banget! Terima Kasih.
Selama ini saya hanya tahu memanggil nya dengan Rurur. Yaa cukup Rurur. Karena yang berhak memanggilnya Ayah cuma saya seorang, TITIK! #Maksa :D
Kembali ke masalah belum kopi darat itu,, tentu saja bukan salah saya dong. Bukan tidak mau ketemu, tapi jarak kami yang lumayan ini sedikit menjegal. Saya di Kalimantan, kuliah di Kalimantan juga, Si Ayah ini ada nun di Pulau Jawa dan kuliah di sana juga :'(
Pertemanan kami yang dari awal tahun 2012 hingga kini (Silahkan hitung sendiri berapa tahun nya, 4 tahun kan..??) hanya melalui via chat Facebook atau Smaboy, cela-celaan status dan SMS-an, Telepon? Tidak pernah juga. Jadi jangan tanya saya bagaimana suaranya. Bahkan saya bela-belain beli SIM Card Im3 untuk menyamakan dengan miliknya, namun hingga SIM Card saya itu di blokir pemiliknya alias perusahaan Indosat itu sendiri gara-gara jarang sekali saya isi ulang. Tapi itu tadi,, tak pernah telepon. Udah deh gak usah dibahas yaa..??
Laki-laki bernama Rurur ini asyik sekali dijadikan sahabat. Kami bisa amat sangat akrab dan cocok walau tidak pernah bertemu sekalipun.
Entah kenapa, rasanya pengen sekali bertatap muka dengan Si Ayah ini, bicara langsung dengannya, mendengar suara asli nya, tanpa halangan apapun, tanpa sekat dan batasan apapun, seandainya bisa, mungkin kami bisa jadi sepasang kekasih #Ehhmm.
Sebenarnya, saya sedikit menyesal, seandainya sudah kenal dia waktu tahun 2011,, pasti kami bisa bertemu, karena akhir tahun 2011 itu, saya mengunjungi Yogya selama 2 minggu.
Lalu kesempatan lain tidak pernah datang. Satu-satunya kesempatan saya bertemu dia adalah, saya harus segera lulus kuliah. Karena orangtua saya menjanjikan liburan ke Yogya lagi kalau saya sudah lulus kuliah, yang mungkin baru terjadi 2 atau 3 tahun kedepan. Masih bisa kah saya menunggu sampai saat itu tiba? Bagaimana kalau saat itu dia sudah punya kekasih lain? Bagaimana kalau kami tidak akan pernah bertemu? Bagaimana kalau dia memang hanya ditakdirkan sebagai sahabat elektronik (sahabat pena itu kalo pake surat tertulis kan)? Bagaimana kalau...???
#Ayah
Oke, mari simak cerita saya ini :)
Tapi sebelum saya memulai cerita saya, izinkan saya bertanya beberapa pertanyaan lagi.
Anda aktif di berapa banyak jejaring sosial? Facebook, Twitter, Instagram, dll? Berapa banyak teman yang Anda punya di tiap-tiap jejaring sosial? Berapa banyak orang yang anda kenal dan yang baru AKAN Anda kenal? Ini cerita saya tentang seorang teman yang saya temukan, dapatkan, dari jejaring sosial, sebut saja Smaboy. Anda tidak tahu Smaboy? Silahkan browsing sendiri!
Boleh gak yaa saya sebutkan namanya disini? Semoga dia tidak membacanya, Amiiiinnn!
Nama lengkapnya Ahmad Kholid Mafrur. Nama lengkap nya ini juga baru saya ketahui beberapa bulan ini,, setelah selama 4 Tahun saya berteman dengannya dan cukup merengek-rengek minta diberitahu nama lengkap nya itu, lalu akhirnya saya ketahui nama lengkapnya dari Facebook-nya dan juga saudara-saudara, kami belum pernah kopi darat alias ketemu bertatap mata! Miris? Banget! Terima Kasih.
Selama ini saya hanya tahu memanggil nya dengan Rurur. Yaa cukup Rurur. Karena yang berhak memanggilnya Ayah cuma saya seorang, TITIK! #Maksa :D
Kembali ke masalah belum kopi darat itu,, tentu saja bukan salah saya dong. Bukan tidak mau ketemu, tapi jarak kami yang lumayan ini sedikit menjegal. Saya di Kalimantan, kuliah di Kalimantan juga, Si Ayah ini ada nun di Pulau Jawa dan kuliah di sana juga :'(
Pertemanan kami yang dari awal tahun 2012 hingga kini (Silahkan hitung sendiri berapa tahun nya, 4 tahun kan..??) hanya melalui via chat Facebook atau Smaboy, cela-celaan status dan SMS-an, Telepon? Tidak pernah juga. Jadi jangan tanya saya bagaimana suaranya. Bahkan saya bela-belain beli SIM Card Im3 untuk menyamakan dengan miliknya, namun hingga SIM Card saya itu di blokir pemiliknya alias perusahaan Indosat itu sendiri gara-gara jarang sekali saya isi ulang. Tapi itu tadi,, tak pernah telepon. Udah deh gak usah dibahas yaa..??
Laki-laki bernama Rurur ini asyik sekali dijadikan sahabat. Kami bisa amat sangat akrab dan cocok walau tidak pernah bertemu sekalipun.
Entah kenapa, rasanya pengen sekali bertatap muka dengan Si Ayah ini, bicara langsung dengannya, mendengar suara asli nya, tanpa halangan apapun, tanpa sekat dan batasan apapun, seandainya bisa, mungkin kami bisa jadi sepasang kekasih #Ehhmm.
Sebenarnya, saya sedikit menyesal, seandainya sudah kenal dia waktu tahun 2011,, pasti kami bisa bertemu, karena akhir tahun 2011 itu, saya mengunjungi Yogya selama 2 minggu.
Lalu kesempatan lain tidak pernah datang. Satu-satunya kesempatan saya bertemu dia adalah, saya harus segera lulus kuliah. Karena orangtua saya menjanjikan liburan ke Yogya lagi kalau saya sudah lulus kuliah, yang mungkin baru terjadi 2 atau 3 tahun kedepan. Masih bisa kah saya menunggu sampai saat itu tiba? Bagaimana kalau saat itu dia sudah punya kekasih lain? Bagaimana kalau kami tidak akan pernah bertemu? Bagaimana kalau dia memang hanya ditakdirkan sebagai sahabat elektronik (sahabat pena itu kalo pake surat tertulis kan)? Bagaimana kalau...???
#Ayah
Sabtu, 25 April 2015
Sebatas Ini
Mungkin ini adalah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk kesuksesan pernikahan Anda.
Hanya sekedar menjaga rumah dan merawat kucing peliharaan Anda untuk waktu 2 hari,, cukup sebatas ini...
Tidak, saya tidak berniat untuk menghadiri pernikahan Anda, tidak pernah berharap Anda akan mengundang saya.....
Jangan tanya perasaan saya, tidak penting....
Do'a dari saya tetap ada, Berbahagia-lah dan Semoga jadi keluarga yang SaMaRa...
#SRP
Hanya sekedar menjaga rumah dan merawat kucing peliharaan Anda untuk waktu 2 hari,, cukup sebatas ini...
Tidak, saya tidak berniat untuk menghadiri pernikahan Anda, tidak pernah berharap Anda akan mengundang saya.....
Jangan tanya perasaan saya, tidak penting....
Do'a dari saya tetap ada, Berbahagia-lah dan Semoga jadi keluarga yang SaMaRa...
#SRP
Minggu, 22 Februari 2015
Persahabatan Laki-Laki Perempuan itu, BISA..!!
Posisinya itu,, saya punya seorang sahabat berjenis kelamin laki-laki. Catat : SAHABAT..!!
Yang kata kebanyakan orang persahabatan laki-laki perempuan itu tidak mungkin tanpa berakhir dengan cinta...
Namun kami YA..!! Hingga detik ini!
Kami berdua bertetangga,, dari SD kami bersahabat,, ketika duduk di bangku SMK,, kami sekelas selama 3 tahun. Lalu ketika kelulusan membuat jarak,, kami tetap sepasang sahabat...
Mungkin di hati kami pernah ada rasa yang tersembunyi hingga saat ini, tapi saya tidak perlu tahu...
Cerita SMK kami,, kemana-mana selalu bersama. Dari pulang pergi sekolah,, les,, Pramuka,, atau hanya sekedar jalan-jalan. Perempuan gila, yaitu saya sendiri, lebih memilih membatalkan janji dengan pacar sendiri hanya untuk pergi dengan sahabat saya ini. Dan seluruh mantan kekasih saya selalu cemburu dengannya.
Tentu saja seantero sekolah tidak mungkin membiarkan kami berdua lewat begitu saja.
Lirikan cemburu perempuan lain pada saya,, karena sahabat saya yang satu ini walaupun tidak terhitung tampan,, tapi punya semacam magnet yang membuat perempuan manapun datang untuk menempel padanya namun tidak jarang dia hanya bersikap acuh saja. Olokan iseng yang mengatakan kami pacaran,, tentu saja kami sangkal dengan ketidakpedulian yang kental. Memang nya salah kami kalo kami murni bersahabat..??
Kejadian paling memalukan adalah ketika Pramuka. Saya, seorang guru, dan beberapa kakak kelas yang sedang menganggur dari latihan mengadakan permainan ngawur. Permainan "Sebutkan nama-nama", siapa yang tidak bisa menyebutkan dalam hitungan kesepuluh, harus menerima hukuman. Sial nya saya, malah terkena. Mereka menghukum saya untuk berteriak "Aku cinta Rudi". Ahh yaa,, sahabat saya bernama lengkap Rudiansyah. Kegilaan macam apa berteriak seperti itu..??
Tapi permainan hanya jadi permainan,, dan hukuman tetap harus dilaksanakan,, dan teriakan itu memalukan.
Lalu setelah itu,, bukannya menjaga jarak agar tidak semakin diolok-olok,, keisengan kami untuk menghebohkan sekolah malah semakin menjadi-jadi. Kami memasang status "Berpacaran" di Facebook,, yang langsung diberondong "Like" dan berbagai komentar semacam "Ciee",, "Selamat",, dan lain-lain. Hanya sebentar kami memasang status itu,, namun sudah mengundang kehebohan,, ingatkan Pi..?? :D
Kami berdua pernah berbuka puasa hanya berdua saja. Saya mentertawakan kelakuan nya yang memesan es teh hingga 3 gelas saking haus campur pedas dari sambal lamongan. Astaga Pipi,, betapa lucunya..!! Uppss,, satu hal lagi yang aneh dari persahabatan kami,, yaitu panggilan khusus Mimi Pipi. Norak,, mungkin,, tapi itulah kami.
Ada banyak desas-desus yang mengatakan Pipi saya ini pernah punya rasa pada saya,, tapi saya tidak ambil pusing karena saya tidak mau merusak persahabatan kami. Pun saya juga pernah punya rasa yang muncul sebentar dan bisa saya netralisir dengan pikiran "Mungkin ini dikarenakan keseringan kami bersama".
Hingga ketika sahabat saya mengabarkan akan bertunangan dan akan menikah,, saya mengucapkan selamat walaupun dengan perasaan sedih. Sahabat saya akan dimiliki orang lain,, yang itu berarti membatasi dirinya berhubungan gila dengan saya seperti jaman SMK. Ini menikah,, bukan pacaran biasa yang sebulan kemudian bisa saja putus.
Lucu dan terharu,, ketika dia mengenalkan tunangan nya pada saya,, setahun yang lalu. Dia berpesan pada kekasihnya untuk tidak cemburu dengan saya,, dan jangan heran dengan panggilan unik kami berdua,, karena katanya,, kami bersahabat dari kecil.
Perempuan mana coba yang tidak terharu apabila lebih diprioritaskan oleh sahabat nya yang jelas-jelas sudah punya tambatan hati. Dan perempuan mana yang tidak cemburu apabila kekasih hatinya lebih membela sang sahabat.
Rencana pernikahan mereka belum saya ketahui pasti hingga sekarang,, dia bilang mungkin tahun ini.
Ketika tadi siang saya bertemu dengannya didepan rumah (setelah lulus SMK saya kuliah di Pontianak dan dia bekerja di Hulu) yang kebetulan tadi saya dan dia sama-sama berada di kampung halaman Ketapang. Dan malam nya, saya buka Facebook saya, ada pesan dari dia yang berkata "Mimi makin cantik".
Seperti nya sahabat saya terkena radang otak menjelang pernikahan. Tanpa perasaan aneh apapun, saya membalas pesannya sambil tertawa dan mengucapkan terima kasih.
Pi,, mungkin ada banyak hal yang tidak kita ketahui dari masing-masing diri,, namun kita tetap sahabat yang mengisi,, mendukung,, membantu.
Semoga dilancarkan segala rencana Pipi menjelang pernikahan yaa.
Walaupun Mimi sebentar lagi bakal kehilangan orang yang biasa nelpon malam-malam saat Mimi sedang bosan di kos-an,, tapi Mimi do'a kan,, Semoga Pipi menjadi keluarga yang Sakinnah Mawadah Warahmah.
Bahagia selalu Pi :)
Yang kata kebanyakan orang persahabatan laki-laki perempuan itu tidak mungkin tanpa berakhir dengan cinta...
Namun kami YA..!! Hingga detik ini!
Kami berdua bertetangga,, dari SD kami bersahabat,, ketika duduk di bangku SMK,, kami sekelas selama 3 tahun. Lalu ketika kelulusan membuat jarak,, kami tetap sepasang sahabat...
Mungkin di hati kami pernah ada rasa yang tersembunyi hingga saat ini, tapi saya tidak perlu tahu...
Cerita SMK kami,, kemana-mana selalu bersama. Dari pulang pergi sekolah,, les,, Pramuka,, atau hanya sekedar jalan-jalan. Perempuan gila, yaitu saya sendiri, lebih memilih membatalkan janji dengan pacar sendiri hanya untuk pergi dengan sahabat saya ini. Dan seluruh mantan kekasih saya selalu cemburu dengannya.
Tentu saja seantero sekolah tidak mungkin membiarkan kami berdua lewat begitu saja.
Lirikan cemburu perempuan lain pada saya,, karena sahabat saya yang satu ini walaupun tidak terhitung tampan,, tapi punya semacam magnet yang membuat perempuan manapun datang untuk menempel padanya namun tidak jarang dia hanya bersikap acuh saja. Olokan iseng yang mengatakan kami pacaran,, tentu saja kami sangkal dengan ketidakpedulian yang kental. Memang nya salah kami kalo kami murni bersahabat..??
Kejadian paling memalukan adalah ketika Pramuka. Saya, seorang guru, dan beberapa kakak kelas yang sedang menganggur dari latihan mengadakan permainan ngawur. Permainan "Sebutkan nama-nama", siapa yang tidak bisa menyebutkan dalam hitungan kesepuluh, harus menerima hukuman. Sial nya saya, malah terkena. Mereka menghukum saya untuk berteriak "Aku cinta Rudi". Ahh yaa,, sahabat saya bernama lengkap Rudiansyah. Kegilaan macam apa berteriak seperti itu..??
Tapi permainan hanya jadi permainan,, dan hukuman tetap harus dilaksanakan,, dan teriakan itu memalukan.
Lalu setelah itu,, bukannya menjaga jarak agar tidak semakin diolok-olok,, keisengan kami untuk menghebohkan sekolah malah semakin menjadi-jadi. Kami memasang status "Berpacaran" di Facebook,, yang langsung diberondong "Like" dan berbagai komentar semacam "Ciee",, "Selamat",, dan lain-lain. Hanya sebentar kami memasang status itu,, namun sudah mengundang kehebohan,, ingatkan Pi..?? :D
Kami berdua pernah berbuka puasa hanya berdua saja. Saya mentertawakan kelakuan nya yang memesan es teh hingga 3 gelas saking haus campur pedas dari sambal lamongan. Astaga Pipi,, betapa lucunya..!! Uppss,, satu hal lagi yang aneh dari persahabatan kami,, yaitu panggilan khusus Mimi Pipi. Norak,, mungkin,, tapi itulah kami.
Ada banyak desas-desus yang mengatakan Pipi saya ini pernah punya rasa pada saya,, tapi saya tidak ambil pusing karena saya tidak mau merusak persahabatan kami. Pun saya juga pernah punya rasa yang muncul sebentar dan bisa saya netralisir dengan pikiran "Mungkin ini dikarenakan keseringan kami bersama".
Hingga ketika sahabat saya mengabarkan akan bertunangan dan akan menikah,, saya mengucapkan selamat walaupun dengan perasaan sedih. Sahabat saya akan dimiliki orang lain,, yang itu berarti membatasi dirinya berhubungan gila dengan saya seperti jaman SMK. Ini menikah,, bukan pacaran biasa yang sebulan kemudian bisa saja putus.
Lucu dan terharu,, ketika dia mengenalkan tunangan nya pada saya,, setahun yang lalu. Dia berpesan pada kekasihnya untuk tidak cemburu dengan saya,, dan jangan heran dengan panggilan unik kami berdua,, karena katanya,, kami bersahabat dari kecil.
Perempuan mana coba yang tidak terharu apabila lebih diprioritaskan oleh sahabat nya yang jelas-jelas sudah punya tambatan hati. Dan perempuan mana yang tidak cemburu apabila kekasih hatinya lebih membela sang sahabat.
Rencana pernikahan mereka belum saya ketahui pasti hingga sekarang,, dia bilang mungkin tahun ini.
Ketika tadi siang saya bertemu dengannya didepan rumah (setelah lulus SMK saya kuliah di Pontianak dan dia bekerja di Hulu) yang kebetulan tadi saya dan dia sama-sama berada di kampung halaman Ketapang. Dan malam nya, saya buka Facebook saya, ada pesan dari dia yang berkata "Mimi makin cantik".
Seperti nya sahabat saya terkena radang otak menjelang pernikahan. Tanpa perasaan aneh apapun, saya membalas pesannya sambil tertawa dan mengucapkan terima kasih.
Pi,, mungkin ada banyak hal yang tidak kita ketahui dari masing-masing diri,, namun kita tetap sahabat yang mengisi,, mendukung,, membantu.
Semoga dilancarkan segala rencana Pipi menjelang pernikahan yaa.
Walaupun Mimi sebentar lagi bakal kehilangan orang yang biasa nelpon malam-malam saat Mimi sedang bosan di kos-an,, tapi Mimi do'a kan,, Semoga Pipi menjadi keluarga yang Sakinnah Mawadah Warahmah.
Bahagia selalu Pi :)
Jumat, 20 Februari 2015
Tahun - Tahun Yang Lalu & Ketakutan Itu Sendiri
Kejadian 2 tahun lalu membuat saya selalu was-was bila harus berhubungan dengan teman laki-laki yang sudah punya pacar walaupun hanya sekedar sms-an . . .
Saya tidak mau mengulangi kesalahan saya 2 tahun lalu, kesalahan yang saya sadari itu SALAH sebelum saya melakukannya, berpacaran dengan laki-laki yang sudah berpacaran dengan teman dekat saya yang bermula dengan laki-laki itu menjadikan saya tempat curahan hatinya . . .
Hingga sekarang membuat saya selalu berusaha menjaga jarak, menahan hati, mengatur emosi, apabila ada teman laki-laki saya yang sudah punya pacar masih tetap ingin berteman dengan saya . . .
Itu bukan kesalahan mereka yang masih ingin berteman, masih ingin menjaga silaturahmi, masih ingin berkomunikasi, tapi itu tentang ketakutan saya . . .
Kejadian setahun lalu, juga membuat saya takut memulai hubungan baru, memulai berkenalan dengan lawan jenis untuk menapaki jenjang pacaran atau minimal PDKT . . .
Saya selalu bisa menangkap niatan mereka, saya tahu apakah mereka hanya ingin pertemanan atau lebih . . .
Saya takut kejadian setahun yang lalu terulang, dimana saya merasakan sakitnya dicampakkan, hanya karena saya tidak bisa memberi kan apa yang dia inginkan, tubuh saya . . .
Pinta apa saja dengan saya, asal jangan itu, saya tidak akan mau melakukannya jika bukan karena ikatan suci pernikahan . . .
Ini bukan kesalahan mereka yang ingin dekat, ingin kenal, ingin tahu dengan saya, tapi lagi-lagi ini tentang ketakutan saya sendiri . . .
Saya tidak mau mengulangi kesalahan saya 2 tahun lalu, kesalahan yang saya sadari itu SALAH sebelum saya melakukannya, berpacaran dengan laki-laki yang sudah berpacaran dengan teman dekat saya yang bermula dengan laki-laki itu menjadikan saya tempat curahan hatinya . . .
Hingga sekarang membuat saya selalu berusaha menjaga jarak, menahan hati, mengatur emosi, apabila ada teman laki-laki saya yang sudah punya pacar masih tetap ingin berteman dengan saya . . .
Itu bukan kesalahan mereka yang masih ingin berteman, masih ingin menjaga silaturahmi, masih ingin berkomunikasi, tapi itu tentang ketakutan saya . . .
Kejadian setahun lalu, juga membuat saya takut memulai hubungan baru, memulai berkenalan dengan lawan jenis untuk menapaki jenjang pacaran atau minimal PDKT . . .
Saya selalu bisa menangkap niatan mereka, saya tahu apakah mereka hanya ingin pertemanan atau lebih . . .
Saya takut kejadian setahun yang lalu terulang, dimana saya merasakan sakitnya dicampakkan, hanya karena saya tidak bisa memberi kan apa yang dia inginkan, tubuh saya . . .
Pinta apa saja dengan saya, asal jangan itu, saya tidak akan mau melakukannya jika bukan karena ikatan suci pernikahan . . .
Ini bukan kesalahan mereka yang ingin dekat, ingin kenal, ingin tahu dengan saya, tapi lagi-lagi ini tentang ketakutan saya sendiri . . .
Sabtu, 24 Januari 2015
Seandainya ...
Segala sesuatu pasti akan menjadi mudah, seandainya kita tidak memiliki hari nurani,, tak berperasaan...
Tak perlu merasa bersalah, tak perlu menyesal, tak perlu takut...
Bunuh saja, maki saja, tipu saja, bohongi saja...
Berperasaan merusak segalanya, berniat menipu tapi berujung jatuh cinta...
Hati nurani mengalahkan keras hati, berniat membunuh tapi malah diasuh...
Terkadang penjahat saja memiliki rasa belas kasihan...
Aneh, hati nurani, belas kasihan, perasaan CINTA,
malah Membuat kita kalah dalam permainan, gugur dalam peperangan,, mengalah pada kejamnya kehidupan,, tapi Menang di mata Tuhan . . . ~
Tak perlu merasa bersalah, tak perlu menyesal, tak perlu takut...
Bunuh saja, maki saja, tipu saja, bohongi saja...
Berperasaan merusak segalanya, berniat menipu tapi berujung jatuh cinta...
Hati nurani mengalahkan keras hati, berniat membunuh tapi malah diasuh...
Terkadang penjahat saja memiliki rasa belas kasihan...
Aneh, hati nurani, belas kasihan, perasaan CINTA,
malah Membuat kita kalah dalam permainan, gugur dalam peperangan,, mengalah pada kejamnya kehidupan,, tapi Menang di mata Tuhan . . . ~
Selasa, 16 Desember 2014
Entahlah . . .
Semua berkata salah ...
Lalu beberapa orang memilih menyerah ...
Bagaimana dengan mereka yang tetap betah..??
Menunggu memang bukan hal yang mudah..
Walaupun dijanjikan akhir yang indah,, Siapa yang bisa menjamin segala sesuatu bisa berubah ..??
Tidak selamanya matahari akan bersinar cerah, adakala nya mendung, hujan, dan badai menjelma marah ...
Laksana hati yang menjadi murka dan tanpa arah ....
Terus kencang berlari seperti anak panah ...
Dengan garis akhir yang, entahlah .....
Lalu beberapa orang memilih menyerah ...
Bagaimana dengan mereka yang tetap betah..??
Menunggu memang bukan hal yang mudah..
Walaupun dijanjikan akhir yang indah,, Siapa yang bisa menjamin segala sesuatu bisa berubah ..??
Tidak selamanya matahari akan bersinar cerah, adakala nya mendung, hujan, dan badai menjelma marah ...
Laksana hati yang menjadi murka dan tanpa arah ....
Terus kencang berlari seperti anak panah ...
Dengan garis akhir yang, entahlah .....
Langganan:
Postingan (Atom)