Boleh saya bercerita..??
Oke, mari simak cerita saya ini :)
Tapi sebelum saya memulai cerita saya, izinkan saya bertanya beberapa pertanyaan lagi.
Anda aktif di berapa banyak jejaring sosial? Facebook, Twitter, Instagram, dll? Berapa banyak teman yang Anda punya di tiap-tiap jejaring sosial? Berapa banyak orang yang anda kenal dan yang baru AKAN Anda kenal? Ini cerita saya tentang seorang teman yang saya temukan, dapatkan, dari jejaring sosial, sebut saja Smaboy. Anda tidak tahu Smaboy? Silahkan browsing sendiri!
Boleh gak yaa saya sebutkan namanya disini? Semoga dia tidak membacanya, Amiiiinnn!
Nama lengkapnya Ahmad Kholid Mafrur. Nama lengkap nya ini juga baru saya ketahui beberapa bulan ini,, setelah selama 4 Tahun saya berteman dengannya dan cukup merengek-rengek minta diberitahu nama lengkap nya itu, lalu akhirnya saya ketahui nama lengkapnya dari Facebook-nya dan juga saudara-saudara, kami belum pernah kopi darat alias ketemu bertatap mata! Miris? Banget! Terima Kasih.
Selama ini saya hanya tahu memanggil nya dengan Rurur. Yaa cukup Rurur. Karena yang berhak memanggilnya Ayah cuma saya seorang, TITIK! #Maksa :D
Kembali ke masalah belum kopi darat itu,, tentu saja bukan salah saya dong. Bukan tidak mau ketemu, tapi jarak kami yang lumayan ini sedikit menjegal. Saya di Kalimantan, kuliah di Kalimantan juga, Si Ayah ini ada nun di Pulau Jawa dan kuliah di sana juga :'(
Pertemanan kami yang dari awal tahun 2012 hingga kini (Silahkan hitung sendiri berapa tahun nya, 4 tahun kan..??) hanya melalui via chat Facebook atau Smaboy, cela-celaan status dan SMS-an, Telepon? Tidak pernah juga. Jadi jangan tanya saya bagaimana suaranya. Bahkan saya bela-belain beli SIM Card Im3 untuk menyamakan dengan miliknya, namun hingga SIM Card saya itu di blokir pemiliknya alias perusahaan Indosat itu sendiri gara-gara jarang sekali saya isi ulang. Tapi itu tadi,, tak pernah telepon. Udah deh gak usah dibahas yaa..??
Laki-laki bernama Rurur ini asyik sekali dijadikan sahabat. Kami bisa amat sangat akrab dan cocok walau tidak pernah bertemu sekalipun.
Entah kenapa, rasanya pengen sekali bertatap muka dengan Si Ayah ini, bicara langsung dengannya, mendengar suara asli nya, tanpa halangan apapun, tanpa sekat dan batasan apapun, seandainya bisa, mungkin kami bisa jadi sepasang kekasih #Ehhmm.
Sebenarnya, saya sedikit menyesal, seandainya sudah kenal dia waktu tahun 2011,, pasti kami bisa bertemu, karena akhir tahun 2011 itu, saya mengunjungi Yogya selama 2 minggu.
Lalu kesempatan lain tidak pernah datang. Satu-satunya kesempatan saya bertemu dia adalah, saya harus segera lulus kuliah. Karena orangtua saya menjanjikan liburan ke Yogya lagi kalau saya sudah lulus kuliah, yang mungkin baru terjadi 2 atau 3 tahun kedepan. Masih bisa kah saya menunggu sampai saat itu tiba? Bagaimana kalau saat itu dia sudah punya kekasih lain? Bagaimana kalau kami tidak akan pernah bertemu? Bagaimana kalau dia memang hanya ditakdirkan sebagai sahabat elektronik (sahabat pena itu kalo pake surat tertulis kan)? Bagaimana kalau...???
#Ayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar