Bersyukur itu penting dalam kehidupan. Apabila tidak, merasa selalu kekurangan akan merajai jiwa.
Saya sempat tidak terima dengan pertambahan usia hingga angka 20 ini. Saya merasa tua sekali.
Tapi sekarang saya bersyukur, pertambahan usia membuat saya mengerti sesuatu yang selalu saya pertanyakan. Yaitu, gengsi perempuan.
Saya paham mengapa banyak perempuan memilih melangkah ke jalan yang salah demi uang banyak. Kehidupan yang semakin susah, kebutuhan yang semakin meningkat, keinginan yang semakin banyak, pernak-pernik perempuan yang semakin beragam dan melangit harganya, tidak bisa mengimbangi diri ketika berada dalam suatu lingkungan yang kuat akan kehidupan menyilaukan.
Perempuan mana yang tidak senang belanja, yang tidak senang punya banyak baju, sepatu, tas, perhiasan, dengan merk ternama dan berkualitas yang sudah pasti harganya tidak main-main.
Sedikit saja rasa tidak bersyukur, membuat kita perempuan memilih jalan khilaf demi membeli barang-barang mewah itu. Gengsi katanya, apalagi kalau melihat orang lain memakainya. Iri, cemburu, ingin punya juga. Saya pun begitu, jujur saja. Namun, saya selalu bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang, saya selalu berusaha menyadari bahwa uang yang ada bukan hanya untuk hal-hal seperti itu, bahwa kebahagiaan tidak hanya dengan punya barang mahal.
Sebisa mungkin saya akan berusaha untuk jangan sampai terjerumus ke jalan khilaf hanya demi barang mewah. Saya tidak ingin menjual harga diri saya hanya untuk materi. Tapi mengapa masih banyak perempuan yang mau melakukannya? Apakah sebegitu malunya tidak punya barang mewah yang bisa dipamerkan? Apakan begitu terhina tidak memilikinya? Apakah begitu terpojok kehidupannya saat hanya bisa melihat orang lain memilikinya? Apakah menjadi beban berat? Apakah, apakah, apakah...???