Bisa jadi saya selalu bercerita tentang kekasih saya yang telah lama hilang.
Tapi saya tidak boleh lupa akan mereka yang membantu saya kembali ke posisi semula sebagai biang keributan dan pengundang tawa. Mereka salah satu alasan saya bisa bertahan di perantauan dan beban tugas kuliah yang kadang-kadang bisa membuat kita nangis darah.
Saya mengenal mereka hampir setahun ini.
Kampus dan kelas mempertemukan kami dan kemudian menyatukan kami. Kami berempat membangun persahabatan kami sebagai keluarga pengganti orangtua dan sanak saudara yang jauh di kampung masing-masing, sebagai kakak yang menasehati, sebagai kawan tempat berbagi, sebagai kekasih yang selalu peduli, sebagai guru yang mengajari, sebagai adik tempat untuk diajak bermain, sebagai badut untuk tempat tertawa, sebagai musuh untuk tempat berkelahi, sebagai bantal untuk menangis, kami jadi paket komplit.
Seperti Cinta yang katanya tak bersyarat, Persahabatan kami juga tak bersyarat.
Crazy Family, begitulah kami menyebutnya dan begitulah orang disekitar kami mengenalinya.
Saya tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa bersama mereka. Kami datang dari daerah yang jelas berbeda walaupun masih dalam satu Kalimantan Barat. Moimoi asal Sintang yang nampak cuek tapi punya seribu ide gila, Vivot asal Kapuas Hulu yang LELET dan ceplas ceplos, Dedew asal Ketapang yang manja dan juga lemot, dan Saya asal Ketapang yang biang tawa tapi juga mudah emosi. Beberapa kesaman kami adalah PELUPA juga GILA.
Ketika kami berkumpul, kami bisa melakukan hal segila apapun. Kami lipsync lalu di videokan, kami mengepang 2 rambut kami, kami cekikikan mentertawakan hal yang untuk sebagian orang tidak menarik sama sekali. Pertemuan kami yang hampir setiap hari tidak membuat kami bosan untuk tetap berkomunikasi di luar kampus. Ketika senja di gantikan malam, mereka tetap selalu ada. Ada yang muncul di chatting-an Facebook, ada yang SMS, ada yang telpon, bahkan kadang dalam sebulan ada berkali-kali mereka menginap di kost saya dengan modus "Mengerjakan Tugas", yang lebih banyak di isi dengan makan, bergosip, tertawa. Ketika kami sedikit terbebas dari tugas, kami meluangkan waktu untuk jalan-jalan atau pergi makan atau sekedar membeli sebungkus kacang kulit untuk menemani main kartu di kost saya.
Thanks to Allah SWT yang dengan Kemurahan Hati-Nya menghadirkan mereka untuk saya, dimana saya yang di masa lalu lebih banyak melukai hati sahabat-sahabat saya.
Mereka tetap ada di tengah-tengah kekurangan saya yang tidak bisa tertutupi dengan secuil kelebihan saya ini. Mereka tetap ada walau mungkin kata-kata saya melebihi pedas nya cabe rawit.
Saya tidak pernah merasakan takut jika bersama mereka. Saya tidak pernah merasa takut kehilangan mereka, karena saya yakin mereka selalu ada buat saya seperti Allah SWT yang pasti dan selalu ada untuk saya, mereka selalu melindungi saya layaknya orangtua saya melindungi saya dari berbagai cercaan dan hinaan di luar sana, mereka selalu membuat tertawa, mereka yang betah mendengarkan letupan emosi saya.
We are Crazy Family #Ratna Dewi #Mery Sastiana #Sara Silvia Mazilina #Eka Wiji Astuti and Crazy Banana can be our Symbol :D
Do you remember with our Crazy Banana, Guys..??? :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar