Kisah kita memang tidak seperti cerita cinta Romeo & Juliet yang mati karena racun, atau Jack & Rose dalam kisah tenggelamnya Jack bersama kapal Titanic. Kita hanya 2 orang insan yang dipertemukan, didekatkan, disatukan, kemudian dipisahkan.
12 September 2013, hari pertama dimana saya dengan rela hati masuk kuliah. Kamu yang semula tidak saya kenali dan tidak saya sadari berada satu kelas dengan saya di kampus, hingga kemudian kamu add dan chat saya di Facebook. Saya bisa merasakan kamu tertarik dengan saya. Terlihat dari kamu yang rajin chatting saya, lalu beralih meminta nomor handphone, kemudian rajin sms, walaupun saya sering mengabaikan atau ketiduran. Maaf bukan GeeR, tapi kamu mengatakan nya sendiri bukan ketika kita sudah menjadi sepasang kekasih?
Entah karena bosan selalu saya cuek kan atau karena kamu mencari PDKT yang lain, kamu tiba-tiba menghilang, dan saya tidak pernah ambil pusing, toh kita cuma teman, kala itu saya punya pacar, dan saya baru kenal kamu.
Namun mungkin kamu memang ditakdirkan untuk menjadi "KARMA" dalam kehidupan saya, kita kembali dipersatukan. Kala itu Prodi kita, Bahasa Inggris, mengadakan ospek lanjutan di Gunung Poteng Singkawang. Awal nya biasa saja, tapi jiwa saya yang saat itu memang masih iseng dan masih mengalir kenakalan masa SMK, mendadak bangun ketika mendengar omongan anak-anak tentang seseorang di kelas yang "falling in love with you". Niat buruk atau iseng nya saya, adalah mendekati kamu untuk membuat cemburu perempuan yang naksir kamu itu, dan berhasil!
Di bus selama perjalanan pulang, kamu yang berdiri rela menempel pada saya yang duduk dan tertidur dan tangan yang berkali-kali terjulur kebawah. Dengan senang hati kamu menaikkan tangan saya yang jatuh berkali-kali, lalu karena kamu geram, bosan, atau capek menaikkan nya terus menerus, akhirnya kamu menjepit tangan saya di antara kursi dan paha kiri kamu, sekaligus kamu bersandar pada sandaran kursi saya. Ketika saya bangun karena ributnya kalian bernyanyi di belakang, kamu seketika langsung menumpang duduk di kursi saya. Untung kita berdua ini punya ukuran badan yang tidak sebesar gajah, sehingga saya yang masih dengan niat jahat ingin membuat orang cemburu rela berbagi tempat duduk dengan kamu, Apa kabar kursi yang disebelah saya? Ohh, di situ ada teman saya yang menduduki, alhasil kita bertiga berdesakan.
Kamu yang merasa dapat angin segar akan cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan setelah dulu saya cuek kan, atau karena kamu ingin balas dendam akan sikap saya dulu terhadap kamu, kembali dekat dengan saya. Waktu itu kamu, saya, dan beberapa teman kita yang lain berkumpul di Cafe Atlas yang kebetulan berseberangan dengan kelas kita dan dikarenakan dosen tidak hadir akhirnya kita semua pulang awal namun malas segera kembali ke rumah masing-masing sehingga memutuskan berkumpul di cafe itu, yang waktu itu kita Semester 1 masih berkuliah di kampus yang lama. Saya hanya iseng meminjam jaket kamu, dan tiba-tiba kamu berkata modus "Bawak yak ka jaket tuu, sekalian cucikan, hehe". Saya memasang tampang galak langsung berkata "Modus Gugun nie". Kamu hanya tertawa dan saya mengira itu hanya bercanda. Siapa sangka kan kamu serius menyuruh saya membawa jaket kamu. Dan saya benar-benar membawanya pulang ke kost-an. Itulah awal nya kita kembali dekat. Habis-habisan saya diledek satu kost gara-gara jaket kamu. Saya semakin memanaskan ketika saya memakai jaket kamu terlebih dahulu sebelum mencuci nya. Saya yang iseng mengirim pesan singkat "Gun, pinjam jaket nye yee, soalnye suke bah pake jaket cowok tt", balasan kamu "Iya pake yak, asal jangan lupa cucikan, haha". Modus "SMS Pinjam Jaket" itulah membuat kita jadi rajin sms-an. Tentu saja yang kali ini saya ladeni dengan suka cita karena tanpa saya sadari saya jatuh cinta dengan anda. Tiba-tiba saja kamu mengagetkan saya dengan memberi julukan "Bawel". Hei, selama ini orang menjuluki saya dengan sebutan "Pesek" atau "Jendol". Tapi kamu mengistimewakan saya dengan panggilan baru itu. Dan itulah yang membuat saya terjebak dengan permainan saya sendiri. Saya yang bermain api dan saya yang jatuh cinta dengan kamu hingga hampir mati. Kita semakin maju dengan seringnya kita teleponan. Masih teringat ketika pertama kali kita jalan, kamu mengajak saya ke rental musik. Pulang dari rental, kamu mengajak saya minum dan begitu kaget ketika saya mengikuti pesanan kamu, yaitu Kopi. Itu satu dari sekian banyak kesamaan kita, sama-sama pecinta kopi. Kamu terus menerus menatap saya malam itu. Membuat saya semakin yakin memberikan hati saya bulat-bulat.
Sejak itu kamu rajin mengajak saya ke rental yang tidak jauh dari kontrakan kamu dan kost-an saya. Saya yang bosan mengajak kamu ke tempat yang agak jauh, yaitu mall. 16 Desember 2013, hari dimana saya merasa sudah resmi menjadi kekasihmu, karena yaa kita terjalin tanpa ikatan. Kamu tidak pernah "nembak", tapi kamu bilang TST alias Tau Sama Tau, itu sudah cukup.
Hari-hari penuh bunga mulai bertaburan setiap harinya. Sapaan setiap pagi saya adalah "Selamat pagi orang Jelek :p" dan kamu membalas kemudian "Selamat pagi juga orang Bawel :p". Kesalahan kita adalah, kita menutupi, lebih tepatnya kamu. Di kampus, kita layaknya teman biasa bahkan seperti orang yang tidak saling kenal, siapa mengira itu menjadi bom bagi hubungan kita. Saya tahu, hanya di kampus saja kamu seperti itu, lain hal nya ketika kita sedang berdua, di luar kampus, kamu adalah orang yang tidak ingin saya sia-siakan seperti saya selalu menyia-nyiakan 7 mantan saya sebelumnya. Kamu orang yang membuat saya berjanji di dalam hati untuk setia, kamu orang pertama yang bisa meruntuhkan hati batu saya, kamu yang bisa membungkam semua perlawanan saya sehingga saya menjadi orang yang penurut terhadap ucapan pacar, kamu dengan senang hati mengantarkan obat ketika saya sakit, dalih tidak mau minum obat, ancaman kamu mempan membuat saya bungkam dan meminumnya.
Manis nya kita hanya bertahan 1 bulan 20 hari. 4 Februari 2014. Kita putus bertepatan dengan UAN Semester 1. Putus dari kamu membuat saya seperti orang bodoh. Tidur hanya 3 jam, makan hanya satu hari sekali, menangis tiada henti selama 4 hari berturut-turut menyebabkan saya datang ke kampus dengan mata bengkak kurang tidur dan banyak menangis, tatapan kosong, bahu yang melorot, mulut bawel ini seketika bungkam begitu saja. Bulan-bulan seterusnya saya masih menangis tentang kamu dan semua yang manis tentang kita, walaupun tidak setiap hari. Perasaan semakin tidak karuan ketika di awal Semester 2, kamu memutuskan berhenti kuliah. Hei, mana tawaran menjadi sahabat yang kamu bilang dulu? Kenapa meninggalkan saya lagi? Kamu sadar tidak kamu meninggalkan saya dua kali, sebagai pacar dan sekarang teman. Memang kita masih sering bertemu di jalan. Wajar, kontrakan mu dan kost-an saya kan dekat dan berada dalam satu wilayah. Bertemu kamu dijalan membuat perasaan yang tenang-tenang saja, seketika seperti di hantam gelombang. Membuat saya kembali menangis. Pun ketika kamu menelepon di malam ulang tahun saya yang ke-19, rasanya saya ingin teriak. Senang, kamu masih bersedia meluangkan waktu untuk menelepon dan mengucapkan "Happy Birthday", Sedih, karena kamu bukan lagi sang kekasih dan mungkin itu adalah telepon terakhir kamu, mengingat kita yang lost contact sejak putus. Terakhir saya menangis bombay akan kamu adalah akhir Mei, lagi-lagi dikarenakan bertemu kamu dijalan, juga karena cemburu akan FB palsu seseorang yang mencantumkan kamu sebagai pacarnya. Berhenti menangis di Juni, walaupun masih sering bertemu kamu dijalan, tapi ternyata saya sudah bisa mengontrol emosi, sekarang sudah Juli. Saya fikir liburan panjang ini dimana kita kembali ke daerah masing-masing, akan membuat saya makin melupakan kamu, dan saya salah. Berhenti menangis tapi jangan kira saya berhenti memikirkan kamu. Bahkan tanpa saya sadari, dibalik tawa yang selalu saya tunjukkan, saya merapuh dalam kerinduan. Semakin hancur ketika ingat liburan yang terhitung 1 bulan lebih ini, saya tidak berjumpa dengan kamu sama sekali. Tentu, saya Ketapang, kamu Kapuas Hulu, kita Pontianak (dahulu).........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar